Matkul Metodologi Studi Islam eps. 01


Blog yang sekian lama sudah tak berkembang ini, akhirnya aku kunjungi dan aku mulai posting beberapa coretan pengetahuanku ini. Pada awalnya blog ini aku buat memang karena keterpaksaan tugas akhir sekolah pada mata pelajaran TIK saat di MA. Didukung dengan hoby aku yang memang suka difoto, maka dari itu aku coba buat share beberapa style yang aku suka dan juga tempat-tempat yang menurut aku indah. Jujur saja hampir semua postingan dan caption yang ada di blog ini ala kadarnya, karna saat membuat blog ini pada awalnya saya tidak mengerti apapun dan pada akhirnya aku utak-utik sesuka hatiku jadilah seperti ini hehehe… 

Jika bukan karena tugas pada mata kuliah Metodologi Studi Islam ini mungkin blog ini akan sepi dan tak pernah aku sentuh lagi.
Langsung saja ini cerita singkat tentang pertemuan pertama mata kuliah Metodologi Studi Islam di kelas PGMI 2B. Pada awalnya saya sempat kaget ketika dosen memberikan buku dan ditugaskan untuk meresum buku tersebut (buku yang ditulis oleh beliau sendiri copyright tahun 2009), serta menuntut untuk buat blog dan post semua kegiatan disetiap pertemuan mata kuliah ini. Ternyata dengan adanya resuman buku tersebut malah meringankan beban kami, karna tidak membuat makalah seperti tugas umum perkuliahan pada umumnya. Tetapi pada dasarnya blog ini sangat membantu, sebab dengan adanya blog ini aku bisa mengulang kembali apa yang telah disampaikan oleh dosen tersebut. Serta dosen yang pembawaannya sersan (serius tapi santai) membuat smua yang disampaikan mudah dicerna oleh otak ini. Dan ini adalah kali pertama pertemuan di mata kuliah Metodologi Studi Islam di kelas PGMI 2B dengan bimbingan dosen Bapak Dr. Ngainun Naim, S.Ag, M.H.I

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Pengertian Studi Islam
Istilah studi islam dalam bahasa Inggris adalah Islamic Studies, dan dalam bahasa Arab adalah Dirasat al-Islamiyyah. Kata studi Islam sendiri merupakan gabungan dari dua kata, yaitu kata studi dan kata Islam. Rumusan Lester Crow dan Alice Crow menyebutkan bahwa studi adalah kegiatan yang secara sengaja diusahakan dengan maksud untuk memperoleh keterangan, mencapai pemahaman yang lebih besar, atau meningkatkan suatu ketrampilan.
Sebagai contoh adalah rumusan pengertian studi Islam yang dibuat oleh Moh. Nurhakim. Pertama, pengkajian dan penelitian terhadap agama sebagai objeknya. Kedua, materi kajian atas islam. Ketiga, institusi-institusi pengkajian islam.
Sementara Jacques Waardenburg menyatakan bahwa studi islam meliputi kajian agama islam dan tentang aspek-aspek keislaman masyarakat dan budaya muslim. Pertama, kajian normative agama islam dikembangkan oleh sarjana muslim. Kedua, kajian non-normatif agama islam dilakukan oleh intelektual Muslim maupun non-Muslim. Ketiga, kajian non-normatif dari sudut pandang sejarah, literature, atau sosiologi dan antropologi budaya, dan tidak hanya terfokus pada satu perspektif saja
B.     Obyek Studi Islam
Menurut Taufik Abdullah, pertama agama sebagai doktrin. Kedua, dinamika dan struktur masyarakat yang dibentuk oleh agama. Ketiga, sikap masyarakat pemeluk terhadap doktrin.
Pendapat senada diungkapkan oleh Moh. Nurhakim, pertama Islam sebagai doktrin. Kedua, sebagai gejala budaya. Ketiga, sebagai interaksi social.
Secara lebih terperinci, dalam mempelajari suatu agama, ada lima bentuk fenomena agama sebagai bentuk kebudayaan yang perlu untuk diperhatikan. Lima hal tersebut adalah; pertama, naskah-naskah atau sumber ajaran dan simbol-simbol agama. Kedua, sikap, perilaku dan penghayatan para penganut atau tokoh-tokoh agama. Ketiga, ritus-ritus. Keempat, alat-alat atau sarana peribadatan. Kelima, lembaga atauorganisasi keagamaan.

NB: Sesungguhnya belajar itu merupakan perwujudan rasa syukur.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar