Pertemuan
yang kedua ini, mata kuliah Metodologi Studi Islam masih membahas tentang
kelanjutan dari bab 1, langsung saja di point berikutnya;
C. Pendekatan,
Metode, dan Metodologi
Teknik adalah cara melakukan metode atau pendekatan.
Metode merupakan cara mengerjakan sesuatu, sementara pendekatan adalah cara
memperlakukan sesuatu. Perbedaan antara keduanya terletak pada perlakuan atas
objek. Metode cenderung menganggap sebuah objek sebagai entitas pasif.
Sementara pendekatan cenderung menganggap sebuah objek sebagai sesuatu yang
aktif.
Sementara metodologi berasal dari tiga kata Yunani,
yaitu meta, hetodos, dan logos. Meta berarti
menuju, melalui, dan mengikuti. Hetodos berarti jalan atau cara. Maka
kata methodos (metode) berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk
mencapai sesuatu. Logos berarti “studi tentang” atau “teori tentang”.
Metodologi disebut pula sebagai “science of methods”, yaitu ilmu yang
membicarakan cara, jalan atau petunjuk praktis dalam penelitian, sehingga
metodologi penelitian membahas tentang konsep teoritik berbagai metode. Oleh
karena itu, metode dan metodologi berkaitan dengan penelitian.
D. Tujuan
Studi Islam
1. Mempelajari
secara mendalam tentang hakikat islam, bagaimana posisinya dengan agama lain,
dan bagaimana hubungannya dengan dinamika perkembangan yang terus berlangsung.
2. Mempelajari
secara mendalam terhadap sumber dasar ajaran agama islam yang tetap abadi dan
dinamis serta aktualisasinya sepanjang sejarah.
3. Mempelajari
secara mendalam terhadap pokok isi ajaran islam yang asli, dan bagaimana
operasionalisasi dalam pertumbuhan budaya dan peradaban islam sepanjang
sejarah.
4. Mempelajari
secara mendalam terhadap prinsip-prinsip dan nilai-nilai dasar ajaran islam dan
bagaimana perwujudannya dalam membimbing dan mengarahkan serta mengontrol
perkembangan budaya dan peradaban manusia pada zaman modern ini.
Urgensi Metodologi
dalam Studi Islam
Salah satu
persoalan yang mendesak untuk segera dipecahkan adalah masalah metodologi. Hal
ini disebabkan oleh dua hal yaitu, kelemahan dikalangan umat islam dalam
mengkaji islam secara komperhensif adalah tidak menguasai metodologi. Dan juga
studi islam dikalangan ilmuwan telah merambah ke berbagai wilayah.
Beberapa
pendekatan yang dapat digunakan dalam studi islam: pendekatan filsafat,
sosiologi sejarah, dan interdisipliner. Untuk model pertama (pendekatan
filsafat) dalam suatu agama mempunyai dua unsur: unsur sakralitas dan profane
(ilmu yang berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Filsafat sebagai
metodologi keilmuan mempunyai ciri yaitu, gagasan yang bersifat
mendasar-fundamental. Model kedua adalah pendekatan sosiologi yaitu, studi
pengaruh agama terhadap masyarakat, studi pengaruh struktur dan perubahan
masyarakat, studi tentang tingkat pengalaman islam masyarakat, studi pola
interaksi social masyarakat muslim, studi gerakan masyarakat yang membawa paham
yang dapat melemahkan atau menunjang kehidupan beragama dalam islam. Pendekatan
sejarah dalam kajian islam terdapat dua kutub yang berbeda: orang dalam
(mengkaji diri sendiri) dan orang luar (mengkaji di tempat orang lain). Model
ketiga yaitu model interdisipliner (satu obyek ditinjau dari beberapa ilmu).
Yang paling
urgen untuk dikuasai oleh calon peneliti dalam studi islam adalah penguasaan
ilmu kalam (teologi islam), tasawuf (sufisme), dan ilmu fiqih beserta ushulnya.
Namun yang terpenting adalah bagaimana calon peneliti mampu menguasai beberapa
ilmu dasar dalam studi islam. Jadi, ilmu dasar adalah modal penentu, sedangkan
pendekatan adalah model dari penelitian yang akan dilakukan.
NB:
Ilmu itu bersifat teori.






0 komentar:
Posting Komentar